Sabtu, 02 Juli 2011

Menggantung Hidup di Palang Busway

Sahabat blogger yang bersemangat, kali ini kita mendapat sebuah cerita dari sahabat kita Chyan tentang pengalamannya menaiki salah satu transportasi umum di Batam yang murah meriah walaupun terkadang membuat muram juga (he..:p) yaitu Busway. mau tau bagaimana ceritanya pengalaman suka dukanya di Busway??? berikut ceritanya :

Assalamu'alaikum..

Well, saya mau sedikit cerita mengenai kejadian beberapa hari lalu yang cukup membuat saya takut setengah mati. Bagaimana tidak, sedikit saja teledor, maka nyawa bisa melayang. Mungkin langsung ajah saya cerita, sekalian saya bayar utang sama dua orang yang udah merajuk di facebook saya. Hehehehe.. Okeh, tulisan kali ini saya dedikasikan kepada Mak Nesya Azlinia dan Om Nurul Mahfud.. ^.^V

Ini nih tampangnya si Busway Batam. Dan kalau Anda bisa melihat palang merah di dekat pintu, dengan palang itulah saya bergantung. Hehehehe...

Bagi penduduk Kota Batam, tentu gak asing lagi sama yang namanya busway. Bukan orang Jakarta aja yang punya busway, orang Batam juga punya busway juga loh. Bedanya kalau di Jakarta namanya TransJakarta, kalau di Batam namanya Bus Pilot Project. Terus juga, busway Batam gak punya jalur khusus kayak busway Jakarta. Busway Batam hanya melalui jalur protokol yang ada. Dan yang juga berbeda, kalau orang Jakarta mau buru2 pasti naiknya busway. Tapi kalau orang Batam mau buru2, saya sarankan jangan pernah naik busway karena Anda pasti akan terlambat (maklum, sudah pengalaman).

Busway merupakan sarana transportasi yang murah meriah. Bayangkan, ongkosnya saja Rp 3.000,- untuk umum dan Rp 1.500,- untuk pelajar/mahasiswa dengan jarak jauh-dekat tarifnya sama saja. Tentu saja dengan ongkos segini, banyak sekali peminat busway walau busway hanya melayani trayek Sekupang-Batam Center PP dan Batu Aji-Batam Center PP. Maklum saja, kalau naik angkutan lain, ongkosnya bisa 3 sampai 4 kali lipatnya.

Okeh, cukup perkenalan si busway.

Sebagai mahasiswa dengan uang saku pas2an, saya cukup mengandalkan si busway kalau tidak ada yang bisa mengantarkan ke kampus. Kebetulan sekali si busway ini searah dengan jalur ke kampus walau pun setelahnya saya masih harus nyambung naik angkot. Paling banyak saya habis Rp 5.000,- untuk sampai ke kampus. itu pun kalau saya bayar buswaynya yang Rp 3.000,- (maklum, kalau kita bilang “mahasiswa” pas bayar tiket busway, bapak2 yang jaga tempat tiket suka mendadak cemberut gitu. Jadinya males banged lihatnya. Kecuali kalau emang benar2 udah bokek). Tapi kalau saya bayar yang harga mahasiswa, mentok2 cuman abis Rp 3.000,- nyampe kampus. Okay, skip this.

Nah, beberapa hari yang lalu saya menggunakan jasa busway untuk pergi ke kampus. Saya tidak naik dari halte yang biasa, melainkan satu halte lebih awal dari halte yang biasa. Karena saya tau itu jam anak2 pulang sekolah, kalau gak naik dari halte yang sama dengan mereka jangan harap dapat tempat.

Dan akhirnya saya naik dari halte yang berbeda. Dan ternyata, buswaynya sudah sangat amat penuh dengan orang2 dari berbagai kalangan. Kayak sarden deh. Mantap banged. Karena udah terlambat, jadinya saya tidak nunggu busway selanjutnya, tapi tetap nekad naik busway “sarden” tersebut.

Karena buswaynya sudah penuh, otomatis saya harus berdiri. Namun melihat ke dalam sana sudah benar2 tidak ada space dan di samping itu saya juga akhwat yang jaga aurat (ogah yah saya dempet2an ma cowo2 dan pria2 dalam busway itu), akhirnya saya dengan amat sangat rela berdiri di space yang cukup lapang dan tidak akan tersenggol laki2. Dan space itu adalah : BERGELANTUNGAN DI PINTU BUSWAY.

Nasib emang. Tapi apa boleh buat karena di depan pintu itu ada tempat yang cukup lapang dan tidak berhimpit2an dengan orang lain. Dengan pegangan yang istimewa (kalau yang biasa itu gantungan) yaitu sebuah palang (atau tiang atau apalah), saya berusaha menjaga keseimbangan selama naik busway. Akhirnya saya beradegan bak film India, berpelukan dengan tiang pintu busway.

Tidak cukup hanya untuk menjaga keseimbangan, palang tersebut merupakan penyambung nyawa (lebay banged). Karena kalau sampai lepas pegangan dari palang itu, insya Allah mungkin saya udah gak ada lagi di dunia ini. Dengan pintu busway yang gak bisa ditutup (maklum, busway punya banyak bus yang pintunya udah rusak), siapa pun yang berdiri di depan pintu tanpa pegangan dalam busway yang melaju, bakalan kelempar dan bisa dengan naasnya mencium aspal. Dan hari itu, saya berada di posisi yang tidak menguntungkan tersebut. Belum lagi kelakuan sang supir busway yang masih memaksa untuk menaikkan penumpang dari tiap halte yang dilalui walau pun penumpang busway sudah melebihi kapasitas yang seharusnya sehingga buswaynya makin lelet karena kelebihan beban.

Dan puncaknya, seseorang yang duduk di bagian belakang (saya di tengah) tiba2 muntah. Walhasil itu busway baunya jadi semesrbak. Mungkin orang itu gak tahan pengap dan jadi mabok akhirnya muntah. Kemudian, tak lama dari itu, seorang bayi yang umurnya kira2 masih 4 bulan menangis dengan kerasnya (mungkin kepanasan) dan tidak mau diam sampai saya turun. Padahal itu emak dan bayi itu berdiri dekat sekali dengan saya. jadilah saya menikmati backsound tangisan bayi disela2 radio yang saya dengarkan dari ponsel.

Alhamdulillah, sampai di halte di mana saya harus turun, saya masih bisa bertahan. Walau pun tangan sudah kesemutan karena sama sekali tidak bisa melepaskan pegangan dari palang busway. Daripada nyawa melayang, lebih baik saya tahan kesemutannya. Dan ketika saya turun, saya merasa amat lega.

Namun, dibalik hal yang menurut saya mengerikan tersebut, saya cukup merasakan beberapa keuntungan berdiri dengan memeluk palang tersebut. Pertama, saya tidak perlu merasa risih karena harus berhimpitan dengan orang lain (terutama laki2), kedua saya bisa mendapatkan lebih banyak udara sehingga tidak begitu berkeringat (ya donk, kan depan pintu, jadinya dapet AC alam yang agak bau knalpot, tapi mendinglah daripada pengap dan bau ketek dan bau muntahan, hehehehehe).

Tapi bagaimana pun juga, saya tidak akan kapok naik busway karena itu adalah transportasi yang murah meriah dan sesuai dengan isi kantong. Mungkin saja, para supir busway itu mesti sadar, kejar setoran boleh, tapi tolong perhatikan keselamatan penumpang juga. Biar penumpang lebih nyaman dan makin banyak yang naik busway. So, kalau busway udah penuh, jangan maksa naikin penumpang yaaaahhh…

cerita ini merupakan cerita dari blog  Hanya Sebuah Catatan Kecil

Jumat, 01 Juli 2011

Gaung Ramadhan 2 Smansa Warnai Penyambutan Bulan Ramadhan

Menyambut bulan ramadhan yang tinggal satu bulan lagi, SMA Negeri 1 Batam mengadakan beragam kegiatan yang diberi nama Gaung Ramadhan 2. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap 2 tahun sekali. Di tahun ini kegiatan ini mengangkat tema in ramadhan, art blossoms a million creations.

Hendra kurniawan, ketua panitia gaung ramadhan 2 ini menjelaskan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah agar selama menyambut bulan ramadhan ini siswa dapat beraktifitas dengan kegiatan-kegiatan keislaman.

Ia mengatakan “kegiatan ini merupakan kegiatan menyambut bulan ramahan sehingga kita dapat mengisi waktu dengan beraktifitas dan berkreatifitas dengan nilai-nilai keislaman di masyarakat”

Hendra juga mengatakan bahwa Gaung Ramadhan 2 kali ini berbeda dengan Gaung Ramadhan 1 yang diselenggarakan 2 tahun lalu. Perbedaan itu terdapat pada jumlah dan bentuk perlombaan saat ini yang mengikuti modernisasi.

“Perbedaannya adalah di tema dan kegiatan, jika dulu kita hanya ada satu perlombaan yaitu festival nasyid tapi kini kami punya lima bentuk lomba yaitu lomba foto, festival nasyid, puisi islami, kaligrafi digital dan peragaaan busana” jelas hendra.
technical meeting dari setiap ba akan diadakan pada tanggal 14 juli 2011 di SMA Negeri 1 Batam. Selain banyak perlombaan yang bisa diikuti, dalam kegiatan ini terdapat acara puncak tabligh akbar yang diisi oleh DR. KH. Nur Muhammad Iskandar, SQ dari pondok pesantren Asshiddiqiyah Jakarta.
untuk info lebih lanjut dapat melihat poster di bawah ini:

atau bisa juga dengan mengunjungi Gaung Ramadhan 2 Smansa

Hunting Cerita Perdana BPC

Ini merupakan kegiatan perdana BPC Hunting Cerita bareng. Target dari perburuan perdana ini adalah cerita dari kegiatan Gaung Ramadhan 2 (GRS 2)  yang diselenggarakan anak-anak smansa (SMA Negeri 1 Batam). Pada kesempatan perdana ini, tim yang turun langsung kelapangan adalah Mahfud, Diaz, Raihana dan David. 

Sesuai jadwal yang telah ditentukan, sejak jam 16.30 tim BPC telah bersiap-siap berkumpul di sebuah kursi di depan KFC mega mall. Ketika jam menunjukkan pukul 17.00 WIB dan persiapan selesai, BPC pun langsung menuju lokasi narasumber yaitu Hendra Kurniawan selaku ketua panitia acara tersebut. Lokasi tersebut terletak di samping pusat informasi pintu utara tepat di depan black canyon.

Setibanya disana kami tidak langsung bertemu dengan Hendra karena ia sedang tidak ditempat namun di stand pendaftaran tersebut terdapat 2 anak smansa yang stand by sedari tadi. Setelah menunggu hampir 5 menit akhirnya hendra pun muncul dan investigasi cerita pun dimulai.

 Nurul Mahfud sebagai yang membuat janji pertemuan bertanggung jawab untuk membuka proses investigasi

Raihana bertugas mencatat hasil investigasi, dari investigasi ditemukan indikasi pihak sekolah yang sangat mendukung kegiatan ini, dan kegitan ini merupakan kolaborasi dari OSIS dan ROHIS Smansa 
dengan jumlah kepanitiaan mencapai 65 orang.

 foto bersama antar BPC dan panitia GRS 2

BPC mendukung GRS 2 sukses dan lancar

(Mohon maaf untuk diaz tidak ada fotonya karena sudah menjadi resiko fotografer tidak masuk dalam foto, he..:p)

untuk hasil investigasi kegiatan hunting cerita GRS 2 ini dapat dilihat pada Gaung Ramadhan 2 Smansa Warnai Penyambutan Bulan Ramadhan
Nah demikianlah rangkaian kegiatan Hunting Cerita Perdana BPC, kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutin BPC. buat kamu-kamu yang belum bisa ikut pada kegiatan ini, tenang aja karena kamu bisa ikut pada kegiatan hunting cerita selanjutnya. Selain itu kalau kamu punya kegiatan yang mau kamu bagi secara langsung, kamu juga bisa hubungi timBPC melalui email BPC; batampunyablog@gmail.com

Dan buat kamu yang belum gabung ke BPC, tunggu apalagi ???

Ayo gabung dan HAVE FUN WITH BPC

Bikini Party Di Batam Menuai Kecaman

Munculnya spanduk acara bikini party di sejumlah simpang di kota Batam mendapat reaksi protes dari sejumlah elemen masyarakat. Saat dikonfirmasi terkait reaksi protes yang muncul, pihak managemen tempat hiburan malam tersebut, Zilo mengatakan bahwa spanduk tersebut merupakan trik entertainment agar para clubbers mengunjungi tempat hiburannya.

“ini hanya teknik entertainment untuk menarik perhatian para clubbers Batam yang suka dugem, jadi tidak ada maksud ingin ngapain-ngapain dan hal yang tidak-tidak, lagipula kegiatannya kan kami buat di klub kami sendiri dan ini tertutup hanya untuk usia 21 tahun ke atas” ujarnya

Salah satu kecaman protes dating dari BEM Politeknik Negeri Batam. Presiden BEM mahasiswa Politekik Negeri Batam, Saiful menegaskan bahwa teknik promosi seperti tersebut tidaklah tepat dilakukan di Batam yang sedang menuju sebagai kota madani.

“masalahnya walaupun dalamnya baik tetap pandangan dari luar itu yang kurang baik, jadi walaupun dalamnya hanya acara nyanyi ataupun lainnya tapi jika namanya bikini party pandangan orang dah lain, bikini di lagoi aja kita protes masa ini yang terang-terangan pake spanduk kita diam aja” kecam Saiful.

Saiful juga mengatakan bahwa dirinya telah memberikan peringatan kepada pihak managemen agar mencabut spanduk di sejumlah simpang tersebut. Jika peringatan ini tidak diindahkan maka Saiful mengatakan dirinya siap untuk mencabutnya sendiri.  

Rabu, 29 Juni 2011

Join With BPC

Virus blogging sekarang ini sedang merajalela dilingkungan sekitarku, tak lain tak bukan aku dan kawan-kawan yang tergabung dalam Komunitas Blogger Batam yang menyebar virus itu sendiri. Kenapa kami harus menyebar virus blogger ke kawan-kawan, terutama anak batam? Disini kami dari tim perintis BPC (Batam Punya Cerita) mempunyai tujuan agar kawan-kawan Batam dapat bercerita, mencari teman, dan menambah wawasan dengan menulis di blogger.

Tidak hanya itu, tulisan yang dimuat atau diposting di blogger masing-masing  akan dimuat dalam blogger BPC itu sendiri (Bagi yang tergabung). Sehingga peluang untuk dikenal dan mendapat links dari manapun akan semakin luas.

Adapun visi yang ingin dicapai BPC sendiri yaitu sebagai penyedia sarana berbagi informasi apa yang kita ketahui kepada khalayak umum sehingga menjadi sebuah upaya pencerdasan. Dalam hal ini pastinya informasi tentang Batam sendiri.

Selain itu, BPC juga nantinya akan mempunyai program kerja (Proker) agar BPC tidak hanya sebagai sebuah nama ataupun suatu tempat komunitas belaka namun harus mempunyai tujuan yang benar-benar terkonsep tidak asal belaka sesuai dengan visi yang ingin dicapai. Adapun salah satu proker yang telah dikonsepkan yaitu mengadakan pelatihan blogging ke sekolah-sekolah ataupun kampus yang ada di Batam.

Untuk mewujudkan BPC sebagai wadah yang mampu menjalankan proker maupun visi tersebut maka dibentuklah struktur inti agar lebih teroranisir. Adapun struktur  inti yang ingin dibentuk dalam BPC sendiri (dari hasil pertemuan perdana BPC pada hari jumat, 24 juni 2011), yaitu :

    * Koordinator Umum, Sebagai pengawas dan penanggung jawab BPC

    * Sekretaris, Sebagai urusan administrasi BPC

    * Bendahara, Sebagau urusan keuangan BPC

    * Bidang Program, Sebagai pembuat rangkaian kegiatan bersama BPC

    * Bidang Humas, Sebagai juru bicara dan mencari relasi

    * Bidang Admin, Sebagai maintenance blog BPC

Dengan adanya struktur inti dalam BPC diharapkan kedepannya BPC menjadi suatu komunitas yang benar-benar terkonsep dan mampu menjalankan proker dan visi yang ingin dicapai.

So, buat kawan-kawan Batam yang telah mempunyai blog atau pun yang berminat namun belum mempunyai blog mari bergabung bersama BPC, karena BPC akan memberikan pelatihan blogger bagi kawan-kawan yang belum mengerti tentang dunia blogger. Ditunggu partispannya. (ra)



Selasa, 28 Juni 2011

Wakil Rakyat Batam Outbond ke JATIM

Belum lama ini kita sempat mendapat kiriman cerita dari rere (22/06) tentang ragkaian agenda yang diselengarakan politeknik negeri batam untuk membentuk mahasiswa yang berkapabilitas. Ternyata bukan mahasiswa saja yang melakukan outbond untuk peningkatan kompetensi dan kapabilitas diri, kegiatan serupa juga dilakukan oleh anggota dewan Batam.

Sebanyak  30 dari 45 anggota DPRD Kota Batam mengikuti kegiatan outbond ke tretes jawa timur sejak tanggal 27 hingga 30 Juni 2011. kegiatan yang diikuti juga oleh empat orang unsur pimpinan ini bertujuan untuk mempererat hubungan dan kekompakan sesama anggota dewan kota Batam.

"Betul, sebagian anggota DPRD ikut outbound di Surabaya, termasuk empat orang unsur pimpinan, tujuannya yaitu peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD Kota Batam sekaligus meningkatkan kesolidan anggota, dan disana nanti outbondnya akan disesuaikan dengan tupoksinya masing-masing." kata Kabag Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Kota Batam, Tajudin, di Batam Centre.

Dipilihnya kota Surabaya sebagai lokasi outbond adalah karena disana banyak penyelenggara outbound yaitu pelatihan di alam terbuka yang salah satunya untuk membina kekompakan tim.

Tajudin juga menjelaskan bahwa terdapat 15 orang anggota dewan yang tidak ikut agar tidak terjadi kekosongan di Kantor DPRD. Salah satu yang tidak ikut dalam kegiatan ini adalah Sukaryo dari komisi I. Ia mengatakan alasannya tidak ikut karena sudah sering mengikuti kegiatan outbond namun ia tidak menyatakan bahwa outbond adalah kegiatan yang tidak penting.

Yah, sebagai warga Batam tentunya kita mengharapkan kegiatan outbond ini benar-benar dapat mengompakkan wakil rakyat untuk bekerja demi kepentingan rakyat, bukan demi kepentingan pribadi atau pun golongannya semata.(nm)

Batam kembali ukir prestasi bidang teknologi di tingkat Nasional

Politeknik Negeri Batam kembali membanggakan nama Batam di tingkat nasional. Kali ini Politeknik Negeri Batam berhasil mendapatkan prestasi juara harapan 2 dalam Kompetisi muatan roket indonesia (KOMURINDO) 2011 tingkat mahasiswa yang digelar di kabupaten Bantul, Daerah istimewa Jogjakarta.

KOMURINDO 2011 yang diselenggarakan oleh DP2M Ditjen DIKTI bekerja sama dengan UGM, LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), Pemkab Bantul, dan AAU (Akademi Angkatan Udara) ini berlangung sejak tanggal 25 hingga 27 juni 2011. Setelah melewati tahap uji fungsional dan uji muatan, dipastikan 23 tim yang lolos, 14 tim lolos uji fungsional pada sesi pertama, 9 tim lolos fungsional pada sesi retry.

Uji dimensi dan payload dan lomba uji fungsionalitas ini merupakan acara pembuka sebelum dilaksanakannya lomba peluncuran roket Minggu (26/6/2011) ini.  KOMURINDO tahun ini mengambil tema “Attitude Monitoring and Surveillance”.

Kompetisi ini diadakan untuk mendapatkan juara hasil rancang bangun muatan roket (payload) yang mampu kembali atau menuju sasaran yang telah ditentukan (homming), setelah terlepas dan terpisah dari roket peluncur seri RUM70-100-LPN. Roket ini berbahan bakar propelan padat dan dapat mencapai tinggi terbang 2 km.

berdasarkan pesyaratan kompetisi, muatan roket yang dilombakan pada KOMURINDO 2011 adalah berbentuk silinder berisi rangkaian elektronik dan sistem akuator yang berfungsi sebagai perangkat telemetri untuk meteorology dengan menggunakan tiga macam sensor, yaitu temperature, tekanan dan kelembaban, pemandu arah terbang muatan menuju sasaran menggunakan kompas dan bersifat autonomous sekaligus bisa berkomunikasi dengan sistem kendali operator di ground segment, ukuran dimensinya, diameter 100 mm, tinggi 200 mm dan berat maksimal 1.000 gram.

pengumuman para pemenang KOMURINDO 2011 dilaksanakan di Kompleks Parasamya, Pemda Bantul, Senin (27/6) sore. Dalam acara penutupan dan pengumuman pemenang tersebut hadir Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Dikti, Prof. Dr. Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo, Direktur Kemahasiswaan UGM, Drs. Haryanto, M.Si., Sekda Bantul, Drs. Riyantono, M.Si., dan perwakilan dari AAU dan Lapan.
Berikut merupakan para pemenangnya :

JUARA I : 
EEPISky G-02 dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)

JUARA II : 
Eagle One dari Politeknik Negeri Bandung

JUARA III : 
Starpens-01 dari PENS

JUARA HARAPAN I : 
RTS-X2 dari Universitas Komputer Indonesia Bandung

JUARA HARAPAN II : 
Barelang Sky-01 dari Politeknik Negeri Batam

JUARA HARAPAN III :  
MDP Ring dari STMIK MDP Palembang.

JUARA KATEGORI DESIGN TERBAIK : 
Gama-Sat 1 dari UGM

JUARA KATEGORI TERFAVORIT :  
Mata Dewa dari Universitas Negeri Surabaya

JUARA KATEGORI KREATIVITAS TERBAIK : 
Electron Legacy dari ITB

Dalam Komurindo tahun ini, juara 1 memperoleh uang pembinaan 10 juta rupiah, sedangkan juara 2 dan 3 berturut-turut berhak atas uang pembinaan 8 juta dan 6 juta rupiah. Untuk juara harapan 1-3, pemenang mendapatkan uang pembinaan sebesar 4 juta rupiah. Dan untuk juara di kategori berhak mendapatkan tropi dan piagam serta uang pembinaan sebesar dua juta rupiah. Penghargaan kepada pemenang 1-3 diserahkan langsung oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Dikti, Prof. Dr. Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo.

Adapun personil tim barelang SKY-01 dari Politeknik Negeri Batam adalah Fariz Ridha, Rahman Arif dan Topik yang dibimbing oleh Aditya Darma, S.st. atas prestasi yang diraih ini fariz mewakili rekan-rekannya sangat bersyukur dan berupaya untuk lebih baik lagi ke depannya.

“Alhamdulillah kami sangat gembira sekali, karena kami dapat juara harapan 2 dari seluruh universitas di indonesia. Ini merupakan keikutserataan awal kami di KOMURINDO sehingga harapannya ke depan kami bisa menjadi lebih baik lagi” ujarnya.(nm)